<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Naer24's Weblog</title>
	<atom:link href="http://naer24.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://naer24.wordpress.com</link>
	<description>my life is copyleft</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Jul 2008 04:10:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='naer24.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9445f7f41c879d5bc684ba85cbb417a4?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Naer24's Weblog</title>
		<link>http://naer24.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Laskar Pelangi</title>
		<link>http://naer24.wordpress.com/2008/07/06/laskar-pelangi/</link>
		<comments>http://naer24.wordpress.com/2008/07/06/laskar-pelangi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 01:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>naer24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naer24.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[




Penulis
:
Andrea Hirata


Penerbit
:
Bentang Pustaka


Harga
:
Rp 60.000,-


ISBN
:
979-3062-79-7




Laskar Pelangi adalah sekumpulan anak yang lahir dan tumbuh di sebuah pulau kaya timah di negeri Indonesia. Namun, pulau yang semestinya kaya raya itu ternyata justru miskin tidak hanya dari sisi ekonomi, melainkan juga pendidikan. Di tengah-tengah keterbatasan fasilitas, anak-anak itu ternyata memiliki semangat belajar yang luar biasa tingginya.
Membaca novel ini akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=128&subd=naer24&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.mizan.com/viewimage.php?id=7062"><img src="http://www.mizan.com/viewimage.php?id=7062&amp;width=150" border="0" alt="" /></a></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"></p>
<table style="height:80px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="296">
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="40%"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Penulis</span></td>
<td width="4">:</td>
<td width="56%"><strong><a href="http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=buku_list&amp;opp=2&amp;penulis=%22Andrea%20Hirata%22"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Andrea Hirata</span></a></strong></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="40%"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Penerbit</span></td>
<td width="4">:</td>
<td width="56%"><strong><a href="http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=buku_list&amp;opp=2&amp;penerbit=8"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Bentang Pustaka</span></a></strong></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="40%"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Harga</span></td>
<td width="4">:</td>
<td width="56%"><strong><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Rp 60.000,-</span></strong></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="40%"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">ISBN</span></td>
<td width="4">:</td>
<td width="56%"><strong><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">979-3062-79-7</span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Laskar Pelangi adalah sekumpulan anak yang lahir dan tumbuh di sebuah pulau kaya timah di negeri Indonesia. Namun, pulau yang semestinya kaya raya itu ternyata justru miskin tidak hanya dari sisi ekonomi, melainkan juga pendidikan. Di tengah-tengah keterbatasan fasilitas, anak-anak itu ternyata memiliki semangat belajar yang luar biasa tingginya.</p>
<p>Membaca novel ini akan membuat kita tertawa, menangis, dan takjub mengetahui kegigihan dan kekreatifan anak-anak Laskar Pelangi dalam menjalani hidup mereka sebagai anak-anak Melayu.</p>
<p>“Sebuah novel yang sangat menggugah … membuat siapa pun yang membaca akan merasa bersalah dan berdosa jika tidak mensyukuri hidup.”—Andy F. Noya, host acara dialog Kick Andy</span><span id="more-128"></span><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"></p>
<p>“Saya larut dalam empati yang dalam sekali. Sekiranya novel ini difilmkan, akan dapat membangkitkan ruh bangsa yang sedang mati suri.”—Prof. Dr. Ahmad Syafi’i Maarif, mantan Ketua PP Muhammadiyah</p>
<p>“Ramuan pengalaman dan imajinasi yang menarik, yang menjawab inti pertanyaan kita tentang hubungan-hubungan antara gagasan sederhana, kendala, dan kualitas pendidikan.”—Prof. Dr. Sapardi Djoko Darmono, sastrawan dan Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya UI</p>
<p>“Cerita Laskar Pelangi sangat inspiratif. Andrea menulis sebuah novel yang akan mengobarkan semangat mereka yang selalu dirundung kesulitan dalam menempuh pendidikan.”—Arwin Rasyid, Dirut Telkom dan Dosen FEUI.</p>
<p>“Inilah cerita yang sangat mengharukan tentang dunia pendidikan dengan tokoh-tokoh manusia sederhana, jujur, tulus, gigih, penuh dedikasi, ulet, sabar, tawakal, takwa, [yang] dituturkan secara indah dan cerdas. Pada dasarnya kemiskinan tidak berkorelasi langsung dengan kebodohan atau kegeniusan.Sebagai penyakit sosial, kemiskinan harus diperangi dengan metode pendidikan yang tepat guna. Dalam hubungan itu hendaknya semua pihak berpartisipasi aktif sehingga terbangun sebuah monumen kebajikan di tengah arogansi uang dan kekuasaan materi.”—Korrie Layun Rampan, sastrawan dan ketua komisi I DPRD Kutai Barat</p>
<p>“Di tengah berbagai berita dan hiburan televisi tentang sekolah yang tak cukup memberi inspirasi dan spirit, maka buku ini adalah pilihan yang menarik. Buku ini ditulis dalam semangat realis kehidupan sekolah, sebuah dunia tak tersentuh, sebuah semangat bersama untuk survive dalam semangat humanis yang menyentuh.”—Garin Nugroho, sineas</p>
<p>“Andrea Hirata memberi kita syair indah tentang keragaman dan kekayaan tanah air, sekaligus memberi sebuah pernyataan keras tentang realita politik, ekonomi, dan situasi pendidikan kita. Tokoh-tokoh dalam novel ini membawa saya pada kerinduan menjadi orang Indonesia &#8230;. A must read!!!”—Riri Riza, sutradara</p>
<p>“Sebuah memoar dalam bentuk novel yang sulit dicari tandingannya dalam khazanah kontemporer penulis kita.”—Akmal Nasery Basral, jurnalis-penulis</p>
<p>“Saya sangat mengagumi Novel Laskar Pelangi karya Mas Andrea Hirata.Ceritanya berkisah tentang perjuangan dua orang guru yang memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan. [Novel ini menunjukkan pada kita] bahwa pendidikan adalah memberikan hati kita kepada anak-anak, bukan sekadar memberikan instruksi atau komando, dan bahwa setiap anak memiliki potensi unggul yang akan tumbuh menjadi prestasi cemerlang pada masa depan, apabila diberi kesempatan dan keteladanan oleh orang-orang yang mengerti akan makna pendidikan yang sesungguhnya.”</p>
<p>—Kak Seto, Ketua Komnas Perlindungan Anak</p>
<p>“Andrea berhasil menyajikan kenangannya menjadi cerita yang menarik. Apalagi dibalut sejumlah metafora dan deskripsi yang kuat, filmis ketika memotret lanskap dan budaya ….” —Majalah Tempo</p>
<p>“Novel tentang dunia anak-anak yang mencuri perhatian. Berhasil memotret fakta pendidikan dan ironi dunia korporasi di tengah komunitas kaum terpinggirkan.” —Gerard Arijo Guritno, Majalah Gatra</p>
<p>“Secuil potret pendidikan di negara kita yang memprihatinkan.” —Majalah Femina</p>
<p>“Seru! Novel ini tidak mengajak pembaca menangisi kemiskinan, sebaliknya mengajak kita memandang kemiskinan dengan cara lain.” —Koran Tempo</p>
<p>“Sebuah kisah tentang anak-anak yang luar biasa, yang mampu melahirkan semangat serta kreativitas yang mencengangkan.” —Harian Pikiran Rakyat</p>
<p>“Metafora-metafora yang ditulis Andrea demikian kuat karena unik dan orisinal.” —Harian Tribun Jabar</p>
<p>“Kehadiran novel realis ini membawa angin segar bagi kesusastraan Indonesia.” —Harian Media Indonesia</p>
<p>“Kita akan tertawa, menangis, dan merenung bersama buku ini.” —Harian Belitung Pos</p>
<p>“Rasa humor yang halus dan luasnya cakrawala pengetahuan Andrea adalah daya tarik utama Laskar pelangi.” —Harian Bangka Pos</p>
<p>“Gaya bahasa yang mengasyikkan,menantang untuk dibaca.”—Harian Galamedia</p>
<p>“Sebagai penulis pemula, Andrea menakjubkan karena mampu menampilkan deskripsi dengan detail yang kuat.” —Tabloid Indago</p>
<p>“Ketika membaca Laskar Pelangi, kita seolah menemukan Gabriel Garcia Marquez, Nicolai Gogol, atau Alan Lightman … sebuah bacaan yang sangat inspiratif dan mampu memberi kekuatan.”—www.indosiar.com</p>
<p>“Buku Laskar Pelangi memberiku semangat baru yang tak ternilai untuk mengajar murid-murid meskipun kami selalu dirundung kesusahan demi kesusahan, meskipun dunia tak peduli. Buku ini membuatku sangat bangga menjadi seorang guru.”—Herni Kusyari, guru SD di daerah terpencil.</p>
<p>“Andrea seperti sedang trance, menulis Laskar Pelangi dengan kadar emosi demikian kental, bertabur metafora penuh pesona, hanya dalam waktu tiga pekan.” —Rita Achdris, wartawati Majalah Gatra</p>
<p>“Terlepas dari latar belakang sastranya yang banyak dipertanyakan, terlepas dari berbagai spekulasi tentang trance ketika ia menulis, setiap kata dalam Laskar Pelangi berasal dari dalam hati Andrea. Moralitas hubungan antar ibu, anak, guru, dan murid sangat instingtif dan memikat. Sebagai seorang ibu, aku dapat merasakan buku ini memiliki semacam tenaga telepatik.” —Ida Tejawiani, ibu rumah tangga</p>
<p>“Yang trance bukan Andrea, tapi pembacanya ….” —Fadly Arifin, dikutip dari milis pasarbuku</p>
<p>“Kekuatan deskripsi Andrea membuatku ingin sekali berjumpa dengan setiap anggota Laskar Pelangi. Kekuatan karakter tokoh-tokohnya membuatku ingin berbuat sesuatu untuk membantu murid-murid cerdas yang miskin. Laskar Pelangi adalah sebuah buku yang sangat menggerakkan hati untuk berbuat lebih banyak.” —Febi Liana, karyawati di Jakarta, pencinta buku</p>
<p>“Sebuah novel yang memikat dan menyentuh secara emosional bagi siapa pun yang membacanya.”—Tabloid Wanita Indonesia </span></p>
<p>sumber: MIZAN PUBLISHING</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/naer24.wordpress.com/128/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/naer24.wordpress.com/128/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naer24.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naer24.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naer24.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naer24.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naer24.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naer24.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naer24.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naer24.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naer24.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naer24.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=128&subd=naer24&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naer24.wordpress.com/2008/07/06/laskar-pelangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4bd335ac26a6d5ad05b1b57ea84fb7a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">naer24</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mizan.com/viewimage.php?id=7062&#38;width=150" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pak Rosihan dan Malaysia</title>
		<link>http://naer24.wordpress.com/2008/07/05/pak-rosihan-dan-malaysia/</link>
		<comments>http://naer24.wordpress.com/2008/07/05/pak-rosihan-dan-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 00:57:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>naer24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resonansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naer24.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[
oleh: Asro Kamal Rokan
Pak Rosihan Anwar tetap gagah dalam usia 86 tahun, setahun lebih muda dari Pak Harto. Suaranya masih lantang, bersih, dan kritis. Di Petaling Jaya, Malaysia, selama dua hari sejak Sabtu (12/01) Pak Rosihan menjadi bintang di tengah wartawan-wartawan senior dunia Melayu dari Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Singapura.
Selama dua hari itu, Pak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=125&subd=naer24&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/asro-kamal-rokan2.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-126" src="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/asro-kamal-rokan2.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a><br />
oleh: Asro Kamal Rokan</p>
<p>Pak Rosihan Anwar tetap gagah dalam usia 86 tahun, setahun lebih muda dari Pak Harto. Suaranya masih lantang, bersih, dan kritis. Di Petaling Jaya, Malaysia, selama dua hari sejak Sabtu (12/01) Pak Rosihan menjadi bintang di tengah wartawan-wartawan senior dunia Melayu dari Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Singapura.<span id="more-125"></span></p>
<p>Selama dua hari itu, Pak Rosihan menjadi bintang dan diliput semua media Malaysia, negara yang belakangan ini disorot berbagai kalangan di Indonesia. Bersama Ketua Umum PWI Pusat, Tarman Azzam, Pak Rosihan &#8211;yang pernah menjadi koresponden Utusan Malaysia, Berita Harian, dan New Straits Times Malaysia &#8212; menerima anugerah Tokoh Wartawan Dunia Melayu oleh Persatuan Mantan Wartawan Berita Harian Malaysia.</p>
<p>Sebagai pembicara dalam diskusi yang disusul perdebatan hangat tentang hubungan Indonesia-Malaysia, Pak Rosihan menjelaskan pandangan para elite politik Indonesia yang telah dimuat di berbagai media utama di Jakarta. Dalam berbagai kutipan itu, tergambar jelas ketidaksukaan elite politik Indonesia terhadap Malaysia. Selain menganggap negara itu arogan dan angkuh, ada pula tokoh Indonesia yang menilai Malaysia telah mengkhianati Indonesia, menohok teman seiring.</p>
<p>Pak Rosihan tidak menafsirkan komentar-komentar itu, tidak ingin ikut memprovokasi, kecuali menjelaskan fakta reaksi elite politik Indonesia. Dalam diskusi yang ditingkahi tarikan napas panjang sebagian wartawan senior Malaysia dan batuk-batuk kecil, Pak Rosihan sampai pada pemikiran, &#8220;Ketika sentimen kedua pihak mudah bergejolak, maka wartawan dunia Melayu patut sebagai penjaga dan juri kunci media massa dan pendapat umum atau custodians of the mass media and public opinion.&#8221;</p>
<p>Suasana di ruang luas di Hotel Armada Petaling Jaya yang mulai tegang, terasa mulai mencair. &#8220;Mari kita berjalan bersama. Kehidupan adalah suatu perjalanan, kita tempuh perjalanan itu dengan baik. Life is a journey. Travel it well. Semoga kita sampai pada pelabuhan yang dituju,&#8221; ujar Pak Rosihan, yang kemudian disambut tepuk tangan gemuruh.</p>
<p>Belakangan ini, hubungan rakyat kedua negara mengalami banyak hambatan. Satu demi satu peristiwa &#8211;dari Sipadan dan Ligitan, Amabalat, TKI, lagu dan kesenian tradisional Indonesia yang diakui milik Malaysia, pemukulan wasit karete&#8211; telah membuat sebagian elite politik Indonesia menyimpulkan Malaysia arogan.</p>
<p>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Abdullah Badawi terus-menerus berupaya menghilangkan hambatan itu. Hubungan pribadi kedua pemimpin berjalan sangat baik, bahkan terbaik dari pemimpin-pemimpin sebelumnya. Namun, elite politik dan media massa mengambil jalannya sendiri.</p>
<p>Harus ada yang menjembatani hubungan kedua negara ini. Media massa dapat mengambil peran besar, selain berbagai perbaikan harus dilakukan kedua pemerintahan.</p>
<p>Sebuah pohon dalam rumpun yang sama, semestinya tidak rusak oleh perbedaan kerindangan dari cabang-cabangnya. Kerindangan cabang-cabang dapat berbeda, namun ia tetaplah pohon yang sama, dengan akar yang sama, dan tumbuh di tanah yang sama.</p>
<p>Pak Rosihan yang telah membina persahabatan dengan wartawan Malaysia sejak 60 tahun lalu, menutup makalahnya dengan kalimat yang manis, &#8220;Wartawan dunia Melayu kini memulai perjalanan kemanusiaan berjamaah, human pilgrimage, menuju perasaan bersatu, sekepentingan, setia kawan di bawah ayoman rumpun Melayu. Mari kita berjalan bersama-sama, bergandengan tangan.&#8221;</p>
<p>Kedua negara memerlukan semakin banyak orang-orang yang bijak, orang-orang yang bekerja untuk kepentingan bersama. Akal sehat, kata Pak Rosihan, harus terus berjaya dan kearifan harus berlangsung terus.</p>
<p>Pak Rosihan telah mengatakan dan melakukannya sejak 60 tahun lalu. Akal sehat, memang harus terus berjaya dan kearifan harus berlangsung terus-menerus.</p>
<p>sumber: REPUBLIKA</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/naer24.wordpress.com/125/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/naer24.wordpress.com/125/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naer24.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naer24.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naer24.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naer24.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naer24.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naer24.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naer24.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naer24.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naer24.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naer24.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=125&subd=naer24&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naer24.wordpress.com/2008/07/05/pak-rosihan-dan-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4bd335ac26a6d5ad05b1b57ea84fb7a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">naer24</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/asro-kamal-rokan2.jpg?w=72" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Setitik Perubahan</title>
		<link>http://naer24.wordpress.com/2008/07/05/setitik-perubahan/</link>
		<comments>http://naer24.wordpress.com/2008/07/05/setitik-perubahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 00:48:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>naer24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resonansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naer24.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[
oleh: Zaim Uchrowi
Kisah kecil itu menghunjam sangat dalam pada ingatan. Seorang yang peduli pendidikan membujuk pedagang siomay. Yang diharapkannya sederhana. Ia hanya minta lelaki separuh baya itu mengizinkan anaknya sekolah. Sang anak lulus SD. Ia ingin melanjutkan ke SMP. Apalagi ada sekolah mandiri yang benar-benar gratis dan diakui pemerintah. Seberapa pun kuat dibujuk, laki-laki itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=122&subd=naer24&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/zaim-u1.gif"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-123" src="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/zaim-u1.gif?w=80&#038;h=96" alt="" width="80" height="96" /></a></p>
<p>oleh: <span class="deskripsi">Zaim Uchrowi</span></p>
<p><span class="deskripsi">Kisah kecil itu menghunjam sangat dalam pada ingatan. Seorang yang peduli pendidikan membujuk pedagang siomay. Yang diharapkannya sederhana. Ia hanya minta lelaki separuh baya itu mengizinkan anaknya sekolah. Sang anak lulus SD. Ia ingin melanjutkan ke SMP. Apalagi ada sekolah mandiri yang benar-benar gratis dan diakui pemerintah. Seberapa pun kuat dibujuk, laki-laki itu tetap menggeleng. &#8220;Buat apa?&#8221; katanya. &#8220;Jadi apa nanti setelah sekolah? Lurah sudah ada, camat sudah ada, presiden juga sudah ada.&#8221;</span><span id="more-122"></span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">Kisah itu tersampaikan dalam program &#8216;Cermin&#8217; di Radio Delta, Jakarta. Sebuah kisah yang juga memberikan pesan: betapa berat umumnya manusia berubah. Berubah berarti melangkah meninggalkan hal lama menuju hal baru. Berubah berarti meninggalkan &#8216;hal yang sudah pasti&#8217; menuju &#8216;hal yang belum pasti&#8217;. Sedangkan kebelumpastian, bagi banyak orang, adalah mencemaskan. Bahkan, juga menakutkan. Itu yang membuat banyak orang enggan berubah.</span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">Seorang siswa kelas 10, atau kelas satu SMA, tiba-tiba berbicara soal filsafat pada saya. Tentu filsafat yang dipahaminya. Beberapa bulan terakhir ia sangat tertarik pada pelajaran fisika. Terutama fisika-mekanika. &#8220;Dalam mekanika,&#8221; katanya, &#8220;benda statis akan cenderung statis, benda dinamis akan cenderung dinamis.&#8221; Ia mencoba mengaitkan prinsip itu dengan kehidupan sekelilingnya. Orang-orang aktif disebutnya cenderung semakin aktif. Orang-orang pasif cenderung semakin pasif. Yang dinamis akan semakin dinamis, yang statis akan semakin statis. Pertanyaannya kemudian: kita memilih menjadi bangsa dan umat yang dinamis atau statis? Aktif atau pasif?</span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">Agama memang mengajarkan umat untuk memegang teguh nilai-nilainya. Nilai-nilai itu tetap, tak akan berubah, di masa kapan pun. Dari sisi ini, agama sekilas seperti mengajarkan umatnya untuk pasif-statis. Maka, kebanyakan umat Islam menjadi pasif-statis. Seolah itu seruan agama. Padahal, Muhammad SAW jelas mengajarkan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Hari ini sama dengan kemarin adalah merugi. Hari ini lebih buruk dari kemarin berarti celaka. Itu seruan agar umat menjadi aktif-dinamis. Semua tahu ajaran itu. Namun, sebagian besar kita cuma menempatkannya sebagai pengetahuan. Bukan menjadi sikap dan tindakan.</span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">Nilai kebenaran agama (Islam) memang mutlak. Statis dan tak akan berubah. Namun, untuk dapat memegang teguh nilai kebenaran yang mutlak itu, umat justru harus aktif-dinamis. Umat harus terus bergerak buat membangun hari ini yang lebih baik dari kemarin. Tanpa menjadi aktif-dinamis, bangsa dan umat ini akan menjadi bangsa dan umat kalah. Berhenti bergerak akan menjadikan kita bangsa dan umat terpinggirkan dan terjajah. Sutan Takdir Alisjahbana mengingatkan itu lewat Polemik Kebudayaan di tahun 1930-an. Sekarang? Zaman semakin menuntut kita berubah.</span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">Ledakan penduduk (terutama dari kalangan miskin) dan keserakahan elite menjadikan dunia ini terasa semakin cepat tua. Daya dukung alam telah meluncur ke titik kritis. Persoalan pangan dan energi mengarah pada kelangkaan serius. Banyak saudara kita yang kini harus antre minyak dan meratapi kenaikan harga pangan sehari-hari. Cuaca makin tak berpola. </span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">Bencana kian sering menimpa. Itu hanya sebagian dari potret perubahan dunia. Perubahan yang mengharuskan semua untuk juga berubah. Hanya dengan berubah kita dapat menghadapi semua keadaan dengan berjaya. Kita dapat berubah karena kita manusia. Kita bukan kura-kura yang akan menyembunyikan kepala saat tak nyaman pada lingkungan.</span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">Kesadaran bahwa bangsa dan umat ini perlu berubah memang mulai tumbuh. Hasil sementara pemilihan gubernur di Jawa Barat menunjukkan itu. Masyarakat ingin kepemimpinan yang lebih segar. Tapi, kebutuhan perubahan bukan hanya dalam kepemimpinan. Hampir semua segi di negeri tercinta ini perlu berubah. Haruskah kita takut berubah bila perubahan itu berlangsung setahap demi setahap dan bukan berupa revolusi? Dengan diwujudkan setitik demi setitik semestinya kita nyaman dengan perubahan. Dengan cara seperti itu, semestinya kita tak cemas menghadapi perubahan. Seperti tukang siomay itu, semestinya ia tak cemas membayangkan apa yang akan terjadi pada anaknya bila sang anak melanjutkan sekolah ke SMP. </span></p>
<p>sumber: REPUBLIKA</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/naer24.wordpress.com/122/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/naer24.wordpress.com/122/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naer24.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naer24.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naer24.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naer24.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naer24.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naer24.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naer24.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naer24.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naer24.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naer24.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=122&subd=naer24&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naer24.wordpress.com/2008/07/05/setitik-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4bd335ac26a6d5ad05b1b57ea84fb7a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">naer24</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/zaim-u1.gif?w=80" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kun Fayakuun</title>
		<link>http://naer24.wordpress.com/2008/07/05/kun-fayakuun/</link>
		<comments>http://naer24.wordpress.com/2008/07/05/kun-fayakuun/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 00:39:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>naer24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resonansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naer24.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[
oleh: Asro Kamal Rokan
Ustadz Yusuf Mansyur mengirim pesan pendek ke telepon saya. Ustadz muda energik ini minta saran atas filmnya, Kun Fayakuun. Saya bukanlah kritikus film seperti Ilham Bintang, yang malam itu juga menonton tayangan perdana film sarat nilai ini, Kamis (17/04) malam. Istri saya berkali-kali mengusap matanya. Dan, ketika pulang, saya berkata, Tetaplah optimistis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=120&subd=naer24&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/asro-kamal-rokan1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-119" src="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/asro-kamal-rokan1.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a><br />
oleh: Asro Kamal Rokan</p>
<p>Ustadz Yusuf Mansyur mengirim pesan pendek ke telepon saya. Ustadz muda energik ini minta saran atas filmnya, Kun Fayakuun. Saya bukanlah kritikus film seperti Ilham Bintang, yang malam itu juga menonton tayangan perdana film sarat nilai ini, Kamis (17/04) malam. Istri saya berkali-kali mengusap matanya. Dan, ketika pulang, saya berkata, Tetaplah optimistis dan kita perbanyak sedekah.</p>
<p>Film ini bercerita tentang perjuangan hidup keluarga Ardan, penjual kaca keliling. Hidupnya susah, namun tetap optimistis menatap hari esok. Bersama istri dan dua anaknya, Ardan tidak berhenti meminta kepada Allah, Tuhan Yang Maha Pemberi. Sepanjang hari, Ardan bekerja mencari nafkah, yang sering tidak mendapatkan apa-apa untuk sekadar belanja dapur. Malam hari, mereka shalat bersama, sujud, menyerahkan dirinya semata-mata kepada Allah.<span id="more-120"></span></p>
<p>Di tengah kesulitan hidup itu, mereka tidak putus asa dan tidak meminta kepada yang lain, kecuali hanya kepada Allah. &#8220;Tangan di atas jauh lebih mulia daripada tangan di bawah. Islam mengajarkan hal itu,&#8221; kata Ardan kepada istri dan anak-anaknya. Cerita film terus berkembang, dan berakhir dengan perubahan nasib Ardan. Kun Fayakuun, apabila Allah berkehendak, maka jadilah (QS Yassin ayat 82).</p>
<p>Film ini sangat menggugah kesadaran. Betapa dalam keseharian, kita berinteraksi dengan orang-orang seperti Ardan, mencari nafkah halal untuk memenuhi kebutuhan keluarganya hari ini. Kita bertemu pedagang asongan, penjual sayur, tukang ojek, becak, bajai, dan taksi. Mereka menyongsong rezeki dari satu tempat ke tempat lain, saat panas maupun hujan.</p>
<p>Ketika bertemu mereka, sering sekali kita menempatkan diri hanya sebagai pembeli atau pengguna jasa mereka. Kita senang dan merasa menang dapat menawar dengan harga serendah mungkin. Tidak jarang pula, ketika mereka terlambat mengembalikan sisa lima ratus atau seribu rupiah&#8211;yang boleh jadi bagi kita nilainya tidak seberapa&#8211;kita marah dan merasa dilecehkan.</p>
<p>Terpikirkah oleh kita, istri dan anak-anak mereka sedang menahan lapar dan menunggu orang tuanya pulang membawa uang? Terpikirkah oleh kita, keuntungan sedikit yang mereka peroleh itu sesungguhnya untuk membayar uang sekolah anak-anaknya, membeli obat, membayar kontrakan, dan bahkan mungkin membeli selembar sarung untuk shalat.</p>
<p>Perbanyaklah sedekah dan bermurah hatilah&#8211;saat sempit apalagi lapang. Bersedekah tidak hanya mendapat ampunan dan disukai Allah (QS Ali Imran: 133-136), tapi juga kebahagiaan. Elizabeth Dunn, pakar psikologi University of British Columbia, Vancouver, Kanada, menyimpulkan, membelanjakan uang untuk orang lain, justru meningkatkan kebahagiaan, jauh lebih bahagia dibanding mereka yang menghamburkan uang untuk memuaskan diri sendiri. Penelitian tersebut dipublikasikan jurnal ilmiah terkemuka, Science, 21 Maret 2008.</p>
<p>Rasulullah SAW sering sekali menyerukan agar kita segera bersedekah, karena bala dan malapetaka tidak pernah mendahului sedekah. Sedekah akan menggantikan semua kesulitan hidup dan menjadi obat dari segala penyakit.</p>
<p>Ardan, tokoh utama film Kun Fayakuun, tertatih-tatih mendorong gerobaknya. Satu saja kaca terjual, dia segera pulang membawa uang itu pulang untuk istrinya yang menahan lapar. Ketika ada yang menawar dengan harga pokok, dia langsung setuju dan bersyukur. Namun, belum sempat dibayar, kaca itu pecah terkena batu dari pelajar sekolah yang tawuran. Ardan yang sedang berpuasa, sangat marah. Rezeki di depan mata, lenyap seketika.</p>
<p>Orang-orang dhuafa banyak di sekeliling kita. Mereka tidak pernah meminta dan tidak mengambil yang bukan haknya. Mereka menjalani hidupnya, hari ini untuk hari ini&#8211;mendorong gerobak kehidupannya yang berat. Dan, apakah kita membiarkannya tertatih-tatih?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/naer24.wordpress.com/120/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/naer24.wordpress.com/120/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naer24.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naer24.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naer24.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naer24.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naer24.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naer24.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naer24.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naer24.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naer24.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naer24.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=120&subd=naer24&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naer24.wordpress.com/2008/07/05/kun-fayakuun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4bd335ac26a6d5ad05b1b57ea84fb7a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">naer24</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/asro-kamal-rokan1.jpg?w=72" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Filsafat Kamar Mandi</title>
		<link>http://naer24.wordpress.com/2008/07/05/filsafat-kamar-mandi/</link>
		<comments>http://naer24.wordpress.com/2008/07/05/filsafat-kamar-mandi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 00:32:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>naer24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resonansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naer24.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[
oleh: Ahmad Tohari
Suatu kali, ketika menghadiri suatu pertemuan, saya diinapkan selama beberapa malam berdua dengan Pak Fulan, seorang tokoh masyarakat. Orangnya tenang, usianya lima puluhan. Selama sekian hari bersama dia, saya mendapat pengalaman yang menarik. Bukan dalam kaitan dengan pertemuan itu, melainkan dalam hal penggunaan kamar mandi.
 
Saya perhatikan, Pak Fulan selalu meninggalkan kamar mandi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=116&subd=naer24&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/tohari.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-117" src="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/tohari.jpg?w=77&#038;h=96" alt="" width="77" height="96" /></a></p>
<p>oleh: Ahmad Tohari</p>
<p><span class="deskripsi">Suatu kali, ketika menghadiri suatu pertemuan, saya diinapkan selama beberapa malam berdua dengan Pak Fulan, seorang tokoh masyarakat. Orangnya tenang, usianya lima puluhan. Selama sekian hari bersama dia, saya mendapat pengalaman yang menarik. Bukan dalam kaitan dengan pertemuan itu, melainkan dalam hal penggunaan kamar mandi.</span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">Saya perhatikan, Pak Fulan selalu meninggalkan kamar mandi dalam keadaan amat rapi, seperti belum dipakai. Lantai kering seperti habis dipel dan peralatan mandi tertata rapi. Bahkan, kaca sudah bersih dari uap air panas yang mengembun. Jelas, Pak Fulan telah mengelap kaca cermin itu. Karena beberapa kali menemukan hal seperti ini, saya bertanya kepada Pak Fulan.</span><span id="more-116"></span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">&#8221;Bapak selalu meninggalkan kamar mandi dalam keadaan prima. Bukankah itu urusan <em>room boy<em>? Lalu, kenapa Bapak mau repot?&#8221;</em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em> Pertanyaan itu hanya ditanggapi dengan senyum dan baru dijawab setelah saya mengulangnya dua kali.</em></em></span><span class="deskripsi"><em><em> </em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em>&#8221;Tidak apa-apa. Saya hanya ingin menghormati pemakai di belakang saya.&#8221;<br />
&#8221;Tapi, tidak selayaknya Bapak menghormati saya, <em>kan</em>?&#8221;</em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em> </em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em>&#8221;Ah, siapa bilang? Kita hidup bersama, jadi harus saling hormat. Lagi pula, kita hidup dalam tatanan yang berkelanjutan. Maka, hak-hak mereka yang berada di belakang kita harus kita hargai pula.&#8221;</em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em> </em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em>Saya mengangguk-angguk. Dan, pembicaraan putus sampai di situ. Namun, kata-kata Pak Fulan terus terngiang dalam telinga saya, bahkan sampai jauh hari setelah pertemuan itu usai. &#8221;Kita hidup bersama dan berkelanjutan. Maka, hargai hak-hak mereka yang datang sesudah kita.&#8221;</em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em> </em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em>Ucapan Pak Fulan ini amat mengesankan. Ini ucapan seorang yang selalu meninggalkan kamar mandi dalam keadaan prima karena dia mau memberi kemudahan dan mengenakkan mereka yang datang sesudahnya. Menurut kata-katanya sendiri, Pak Fulan bermaksud menghormati hak-hak mereka.</em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em> </em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em>Saya membayangkan, jika menggunakan fasilitas umum, Pak Fulan akan bersikap sama; penuh tanggung jawab dan bila sudah selesai akan meninggalkannya dalam keadaan seperti semula atau malah lebih baik lagi. Bila dia seorang pegawai negeri, bila pensiun akan meninggalkan kantor dalam keadaan dan suasana yang kondusif sehingga penggantinya akan bekerja dengan enak. Dan, bila Pak Fulan seorang kepala desa, ketika masa tugasnya habis, dia akan lengser dengan anggun. Ditinggalkan jabatan dan desanya aman-tertib, siap jadi lahan berkembangnya geneasi berikut. </em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em> </em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em>Bila Pak Fulan kelak meninggal? Saya percaya Pak Fulan akan meninggalkan kehidupan yang nyaman bagi perkembangan anak-cucunya. Juga, nilai-nilai dan tatanan yang mendukung kesadaran bahwa hidup adalah hadir bersama-sama dan berkelanjutan. Dan, dengan kesadaran seperti itu, Pak Fulan akan meninggalkan rumah-pekarangan yang terjaga, lingkungan yang diperhatikan kelestariannya. </em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em> </em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em>Sayangnya, dalam kehidupan nyata, amat sedikit orang yang punya falsafah seperti Pak Fulan, yang amat sadar bahwa hidup adalah kehadiran bersama dan berkelanjutan. Kesadaran ini menuntut setiap orang tidak boleh terlalu egoistis. Juga tidak boleh serakah dengan ruang dan waktu serta sumber daya alam yang menjadi jatah generasi mendatang. Kehadiran bersama dan berkelanjutan juga membutuhkan tatanan hidup dan nilai-nilai yang terus-menerus dibangun dan ditaati. Tapi, dalam hal ini pun kita masih amat kedodoran.</em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em> </em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em>Alangkah sering kita mendengar oknum pemimpin, baik sipil, polisi, maupun militer, yang menjual hutan, laut, atau gunung emas secara ilegal sehingga amat merugikan masyarakat dan generasi mendatang. Dalam skala pribadi, alangkah banyak orang yang begitu kemaruk menikmati kehidupan dengan mengabaikan etika dan moral. Bahkan, melupakan kepentingan anak-cucu mereka sendiri. Maka, jadilah kita masyarakat yang mungkin akan gagal membangun hidup sebagai sebuah kehadiran bersama dan berkelanjutan. Menyedihkan, memang.</em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em> </em></em></span></p>
<p><span class="deskripsi"><em><em>Ah, ini sudah waktunya mandi pagi. Saya akan meniru Pak Fulan. Bila selesai, saya akan tinggalkan kamar mandi dalam keadaan prima. Dengan demikian, istri atau anak saya yang akan masuk kemudian bisa menikmati kemudahan dan hak-haknya sebagai orang yang datang kemudian terjamin sepenuhnya. </em></em></span></p>
<p>sumber: REPUBLIKA</p>
<p><span class="deskripsi"><em><em> </em></em></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/naer24.wordpress.com/116/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/naer24.wordpress.com/116/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naer24.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naer24.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naer24.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naer24.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naer24.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naer24.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naer24.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naer24.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naer24.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naer24.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=116&subd=naer24&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naer24.wordpress.com/2008/07/05/filsafat-kamar-mandi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4bd335ac26a6d5ad05b1b57ea84fb7a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">naer24</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/tohari.jpg?w=77" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menjemput Surga</title>
		<link>http://naer24.wordpress.com/2008/07/04/menjemput-surga/</link>
		<comments>http://naer24.wordpress.com/2008/07/04/menjemput-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 23:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>naer24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resonansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naer24.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[
 
Oleh : Zaim Uchrowi 
  
Wito namanya. Ia seorang yatim. Ayahnya meninggal saat ia masih di bangku Madrasah Ibtidaiyah. Sedih tentu. Tapi, ia dan keluarga bukan tipe manusia yang gampang patah. Ibunya pekerja keras, biasa membantu keluarga tetangga memasak untuk hajatan. Wito kecil itu juga seorang ulet. Ia bekerja keras membantu siapa pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=111&subd=naer24&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a class="judul" href="http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=340030&amp;kat_id=19"></a><br />
<a class="underdeck" href="http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=340030&amp;kat_id=19"> </a><a href="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/zaim-u.gif"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-112" src="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/zaim-u.gif?w=80&#038;h=96" alt="" width="80" height="96" /></a></p>
<p><span class="penulis">Oleh : Zaim Uchrowi </span></p>
<p><span class="deskripsi"> <span class="deskripsi"> </span></span></p>
<p><span class="deskripsi"><span class="deskripsi">Wito namanya. Ia seorang yatim. Ayahnya meninggal saat ia masih di bangku Madrasah Ibtidaiyah. Sedih tentu. Tapi, ia dan keluarga bukan tipe manusia yang gampang patah. Ibunya pekerja keras, biasa membantu keluarga tetangga memasak untuk <em>hajatan</em>. Wito kecil itu juga seorang ulet. Ia bekerja keras membantu siapa pun sambil bersekolah. Lulus SMA swasta di kampungnya, ia hijrah ke Jakarta untuk &#8216;ikut orang&#8217;. Ia bukan saja andalan keluarga yang diikutinya untuk tugas-tugas domestik, namun juga andalan masjid untuk menjaga kebersihan. Masih sempat pula ia kuliah. Meskipun dengan tertatih-tatih, ia mampu merampungkan kuliahnya. Sebuah bekal untuk memperoleh pekerjaan di sebuah kantor di Solo.</span></span><span id="more-111"></span></p>
<p><span class="deskripsi"><span class="deskripsi"> </span></span></p>
<p><span class="deskripsi"><span class="deskripsi">Di kantor itu, ia pekerja andalan. Ia sanggup mengerjakan tugas apa pun tanpa pilih-pilih. Kepala Bagian Umum menjadi tempat yang pas baginya, sampai kemudian perusahaan itu bangkrut. Ia harus kehilangan pekerjaan, saat sudah harus menanggung beban keluarga dengan satu anak. Limbung? Wito bukan seorang yang suka memikirkan nasib. Apalagi, meratapi dan mengasihani diri sendiri sebagaimana jutaan manusia lain. Ia memilih berbuat dan berbuat. Ia tahu persis bahwa perbuatanlah, dalam istilah agama adalah <em>amal</em>, yang akan dinilai di Hari Akhir nanti. Bukan pikiran, apalagi ratapan. Mushala kecil di sekitarnya ia rawat dengan baik. Anak-anak di sekitar itu diajarinya mengaji, tanpa bayaran sama sekali. Untuk penghidupannya sendiri, ia menyewa becak dari tetangganya. Tanpa ragu dan malu sama sekali serta tanpa mempersoalkan bahwa dirinya sarjana, ia menarik becak itu. Sebuah becak yang kemudian menjadi miliknya.</span></span></p>
<p><span class="deskripsi"><span class="deskripsi"> </span></span></p>
<p><span class="deskripsi"><span class="deskripsi">Sang istri semestinya bisa membantunya. Tapi, kondisi fisik istrinya ternyata sangat lemah. Apalagi, saat istrinya hamil. Dengan riang hati, Wito menyampaikan pada istrinya untuk berhati-hati dan menjaga kesehatannya sendiri. Seluruh urusan pekerjaan rumah ia tangani sendiri pula. Seusai jamaah Subuh di mushala, ia akan masak untuk keluarga, mencuci pakaian, serta menyapu rumah dan halaman sekitar. Lalu, ia mandi dan menarik becak hingga sekitar pukul 10 pagi. Saat itulah ia akan membelokkan becaknya ke pasar untuk berbelanja kelapa.</span></span></p>
<p><span class="deskripsi"><span class="deskripsi"> </span></span></p>
<p><span class="deskripsi"><span class="deskripsi">Dengan tangannya sendiri, ia membuat gerobak untuk berjualan es kelapa di dekat rumahnya. Sendiri ia berjualan es kelapa. Dengan harga murah, tempatnya menjadi pilihan para pengendara motor untuk istirahat sejenak, menghapus dahaga. Malam hari, setelah mengajar mengaji, ia sempatkan diri untuk mengikuti kursus pijat terapi. Ia terus perdalam sampai menjadi pemijat mahir. Jam berapa pun diminta untuk memijat, ia akan berangkat tanpa pernah mau menetapkan ongkosnya. Berapa pun yang ia dapatkan, akan ia syukuri.</span></span></p>
<p><span class="deskripsi"><span class="deskripsi"> </span></span></p>
<p><span class="deskripsi"><span class="deskripsi">Menarik becak, jualan es kelapa, hingga menjadi pemijat menjadi ladang rezeki yang terus ditekuninya dengan riang. Hasilnya, di antara banyak teman seangkatannya, kehidupannya relatif berkah. Ia punya rumah dengan tanah hampir seluas 300 meter di tepi salah satu jalan penting di Kota Solo. Ia dapat menyekolahkan anaknya ke sekolah yang bagus, yang oleh kalangan kebanyakan sudah dipandang elite. Lebih dari itu, praktis shalat lima waktunya terjaga untuk selalu berjamaah. Hal yang sekarang semakin sulit dijaga oleh kita yang kadang merasa menjaga agama sekalipun.</span></span></p>
<p><span class="deskripsi"><span class="deskripsi"> </span></span></p>
<p><span class="deskripsi"><span class="deskripsi">Di tengah jutaan para sarjana yang lebih banyak hilir mudik mencari pekerjaan; di tengah jutaan pegawai negeri ataupun swasta yang kegembiraan utamanya memperoleh komisi; di tengah banyak pebisnis besar yang sebenarnya cuma calo; di tengah banyak orang-orang terhormat yang seolah bekerja untuk rakyat, tapi kesibukan utamanya mencari jalan untuk &#8216;mencuri&#8217; uang rakyat; Wito sungguh penjemput surga yang efektif. Ia seorang yang riang untuk selalu berbuat dan berbuat. </span></span></p>
<p><span class="deskripsi"><span class="deskripsi"> </span></span></p>
<p><span class="deskripsi"><span class="deskripsi">Hanya sesekali ia tampak sedih, dengan alasan yang istimewa. Di antaranya, setelah pemerintah menaikkan harga BBM secara mendadak. Tanpa bertahap. Setelah kenaikan harga BBM itu, ia sebagaimana ratusan ribu pedagang kecil lainnya harus berhenti berdagang. Harga jual es-nya tak lagi cukup untuk membeli kelapa di pasar. Ketika ia mencoba menaikkan sedikit harga itu, orang-orang tak lagi mampu membeli. Maka, ia pun menutup usaha. &#8220;Kasihan, pelanggan saya tak kuat lagi membeli,&#8221; katanya. Ia, sekali lagi, lebih mengasihani orang lain ketimbang diri sendiri. </span></span></p>
<p><span class="deskripsi"><span class="deskripsi"> </span></span></p>
<p><span class="deskripsi"><span class="deskripsi">Adakah di antara kita yang lebih dekat ke jalan surga ketimbang Wito? Adakah jalan untuk menjadikan seluruh bangsa ini menjadi pribadi-pribadi penjemput surga? Yakni, pribadi yang tak punya rasa sakit hati, kecewa, apalagi putus atas. Juga pribadi yang tidak malas, namun justru antusias untuk terus berbuat dan berbuat. </span></span></p>
<p>sumber: REPUBLIKA</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/naer24.wordpress.com/111/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/naer24.wordpress.com/111/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naer24.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naer24.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naer24.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naer24.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naer24.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naer24.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naer24.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naer24.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naer24.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naer24.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=111&subd=naer24&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naer24.wordpress.com/2008/07/04/menjemput-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4bd335ac26a6d5ad05b1b57ea84fb7a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">naer24</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/zaim-u.gif?w=80" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Firefox 3 menorehkan rekor  Guinness World Records</title>
		<link>http://naer24.wordpress.com/2008/07/04/firefox-3-menorehkan-rekor-guinness-world-records/</link>
		<comments>http://naer24.wordpress.com/2008/07/04/firefox-3-menorehkan-rekor-guinness-world-records/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 01:38:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>naer24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Informatika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naer24.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[
Setelah menunggu beberapa lama, Firefox 3 akhirnya resmi menorehkan rekor sebagai software yang paling banyak di-download dalam 24 jam di awal peluncurannya.
Guinness World Records &#8211;selaku pihak yang mengeluarkan rekor tersebut &#8212; secara resmi telah mengumumkan keberhasilan browser besutan Mozilla ini.
Seperti yang telah diketahui, pada 18 Juni lalu selama 24 jam non stop, Firefox 3 telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=108&subd=naer24&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/firefox.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-109" src="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/firefox.jpg?w=96&#038;h=96" alt="" width="96" height="96" /></a></p>
<p>Setelah menunggu beberapa lama, Firefox 3 akhirnya resmi menorehkan rekor sebagai software yang paling banyak di-<em>download </em>dalam 24 jam di awal peluncurannya.</p>
<p>Guinness World Records &#8211;selaku pihak yang mengeluarkan rekor tersebut &#8212; secara resmi telah mengumumkan keberhasilan browser besutan Mozilla ini.</p>
<p>Seperti yang telah diketahui, pada 18 Juni lalu selama 24 jam non stop, Firefox 3 telah di-<em>download</em> oleh sebanyak 8.002.530 orang di seluruh dunia.<span id="more-108"></span></p>
<p>Namun sesaat setelah itu, Guinness tak langsung menasbihkan Firefox 3 dengan rekornya. Sebab, pihak juri perlu melakukan verifikasi untuk memastikan kesahihan rekor yang coba diukir Mozilla dengan Firefox 3-nya.</p>
<p>Mozilla pastinya sangat bangga dengan gelar yang mereka dapat ini. Dan tak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada komunitas Mozilla atas dukungan dan partisipasinya dalam membantu Firefox 3 merengkuh rekor Guinness.</p>
<p>&#8220;Sejak kami meluncurkan Firefox pada 2004 lalu, kami percaya bahwa komunitas akan membantu kami menyebarkanluaskan browser ini. Dan terima kasih juga untuk para media, blog dan lainnya, karena kami sekarang telah memiliki lebih dari 180 juta pengguna yang tersebar di 230 negara,&#8221; tulis Mozilla dalam blog Firefox.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/naer24.wordpress.com/108/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/naer24.wordpress.com/108/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naer24.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naer24.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naer24.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naer24.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naer24.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naer24.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naer24.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naer24.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naer24.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naer24.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=108&subd=naer24&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naer24.wordpress.com/2008/07/04/firefox-3-menorehkan-rekor-guinness-world-records/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4bd335ac26a6d5ad05b1b57ea84fb7a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">naer24</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/firefox.jpg?w=96" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ayat-ayat Cinta</title>
		<link>http://naer24.wordpress.com/2008/07/03/ayat-ayat-cinta/</link>
		<comments>http://naer24.wordpress.com/2008/07/03/ayat-ayat-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 23:43:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>naer24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naer24.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[
Ayat-ayat Cinta
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
ISBN   : 979-3604-02-6
Tebal  : ix+418 halaman
Ukuran : 20,5 x 13,5 cm
Harga  : Rp. 45.000,00
&#8220;Penulis novel ini berhasil menggambarkan latar (setting) sosial-budaya Timur Tengah dengan sangat hidup tanpa harus memakai istilah-istilah Arab. Bahasanya yang mengalir, karakterisasi tokoh-tokohnya yang begitu kuat, dan gambaran latarnya yang begitu hidup, membuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=104&subd=naer24&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/ayatcint.gif"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-105" src="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/ayatcint.gif?w=64&#038;h=96" alt="" width="64" height="96" /></a></p>
<p><strong>Ayat-ayat Cinta</strong><br />
Penulis : Habiburrahman El Shirazy<br />
ISBN   : 979-3604-02-6<br />
Tebal  : ix+418 halaman<br />
Ukuran : 20,5 x 13,5 cm<br />
Harga  : Rp. 45.000,00</p>
<p>&#8220;Penulis novel ini berhasil menggambarkan latar (setting) sosial-budaya Timur Tengah dengan sangat hidup tanpa harus memakai istilah-istilah Arab. Bahasanya yang mengalir, karakterisasi tokoh-tokohnya yang begitu kuat, dan gambaran latarnya yang begitu hidup, membuat kisah dalam novel ini terasa benar-benar terjadi. Ini contoh novel karya penulis muda yang sangat bagus!&#8221;</p>
<p>AHMADUN YOSI HERFANDA<br />
<em>Sastrawan dan Redaktur Budaya Republika</em><span id="more-104"></span></p>
<p>&#8220;Jarang ada buku seperti ini. Saya tidak yakin akan ada novel serupa dari penulis muda Indonesia lainnya saat ini bahkan mungkin hingga beberapa puluh tahun ke depan. Begitu menyentuh. Begitu dalam. Dan begitu dewasa!&#8221;</p>
<p>MOHAMMAD FAUZIL ADHIM<br />
<em>Psikolog dan Penulis Buku-buku Best Seller</em></p>
<p>&#8220;Jika Naguib Mahfuz menulis Mesir dari pandangan orang Mesir, maka Mesir kali ini ditulis dalam pandangan orang Indonesia. Novel ini ditulis oleh orang Indonesia yang paham betul seluk-beluk negeri itu, hingga ke detail-detail yang paling kecil. Ia hidup, berbaur dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari lalu menyerap spirit dan pengetahuan darinya, dan dituangkan dengan sepenuh hati dalam bentuk novel kaya. Ditulis dengan bahasa yang lancar, dengan tokoh-tokoh yang &#8216;hidup&#8217; dan berkelebatan dalam berbagai karakter. Membaca novel ini seperti membuka cermin cakrawala yang terbuka&#8230;&#8221;</p>
<p>JONI ARIADINATA<br />
<em>Cerpenis, Redaktur Jurnal Cerpen Indonesia</em></p>
<p>&#8220;Novel yang tidak klise dan tak terduga pada setiap babnya. Habiburrahman El Shirazy dengan sangat meyakinkan mengajak kita menyelusuri lekuk Mesir yang eksotis itu, tanpa lelah. Tak sampai di situ, <em>Ayat Ayat Cinta</em> mengajak kita untuk lebih jernih, lebih cerdas dalam memahami cakrawala keislaman, kehidupan dan juga cinta.&#8221;</p>
<p>HELVY TIANA ROSA<br />
<em>Ketua Umum Forum Lingkar Pena</em></p>
<p>&#8220;Membaca <em>Ayat Ayat Cinta</em> ini membuat angan kita melayang-layang ke negeri seribu menara dan merasakan &#8216;pelangi&#8217; akhlak yang menghiasi pesona-pesonanya. Sungguh sebuah cerita yang layak dibaca dan disosialisasikan pada para pemburu bacaan popular yang sudah tidak mengindahkan akhlak sebagai menu utamanya, agar dunia bacaan kita terhiasi karya-karya yang &#8216;membangun&#8217;.&#8221;</p>
<p>RATIH SANGARWATI<br />
<em>Artis dan Peragawati</em></p>
<p>&#8220;Membaca novel ini, nutrisi cinta seakan mengalir memenuhi jiwa. Dan pikiran kiat terpenuhi oleh berbagai pengetahuan dan wawasan. Inilah karya fiksi yang tidak &#8216;mengelabui&#8217;. Bagus sekali.&#8221;</p>
<p>ANNA R. NAWANING<br />
<em>Cerpenis dan Penulis Sastra Islami</em></p>
<p>&#8220;Sangat romantis dan humanis! Novel ini saya rasakan begitu kuat dalam ajaran, perasaan, dan penokohannya. Luar biasa, hati saya gerimis selesai membacanya!&#8221;</p>
<p>HAMIZAR &#8220;BAZARVIO&#8221; RIDWAN<br />
<em>Sastrawan dan Wartawan Pontianak Post</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/naer24.wordpress.com/104/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/naer24.wordpress.com/104/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naer24.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naer24.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naer24.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naer24.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naer24.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naer24.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naer24.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naer24.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naer24.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naer24.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=104&subd=naer24&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naer24.wordpress.com/2008/07/03/ayat-ayat-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4bd335ac26a6d5ad05b1b57ea84fb7a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">naer24</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/ayatcint.gif?w=64" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Terapi Virus Merah Jambu</title>
		<link>http://naer24.wordpress.com/2008/07/03/terapi-virus-merah-jambu/</link>
		<comments>http://naer24.wordpress.com/2008/07/03/terapi-virus-merah-jambu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 23:39:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>naer24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naer24.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[
Terapi Virus Merah Jambu
Penulis : Ustadz Anif Sirsaeba,MBQ
ISBN   : 978979110217-9
Ukuran : 20.5 x 13.5 cm
Harga  : Rp. 36.500,00
Dalam buku ini, Ustadz Anif menyajikan kepada kita segala persoalan virus cinta-istilah beliau virus merah jambu.Persoalan virus merah jambu ini disajikan dengan lincah, lancar, mengalir apa adanya. Kadang meledak-ledak, kadang blak-blakan tanpa tedheng aling-aling, kadang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=101&subd=naer24&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/terapi-merah-jambu.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-102" src="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/terapi-merah-jambu.jpg?w=63&#038;h=96" alt="" width="63" height="96" /></a></p>
<p><strong>Terapi Virus Merah Jambu</strong><br />
Penulis : Ustadz Anif Sirsaeba,MBQ<br />
ISBN   : 978979110217-9<br />
Ukuran : 20.5 x 13.5 cm<br />
Harga  : Rp. 36.500,00</p>
<p>Dalam buku ini, Ustadz Anif menyajikan kepada kita segala persoalan virus cinta-istilah beliau virus merah jambu.Persoalan virus merah jambu ini disajikan dengan lincah, lancar, mengalir apa adanya. Kadang meledak-ledak, kadang blak-blakan tanpa tedheng aling-aling, kadang mendayu-dayu, kadang lembut,tenang,halus dan dalam.</p>
<p>&#8220;Sungguh bangsa ini sedang dirundung ancaman virus cinta nafsu yaitu virus yang bangkit dan tumbuh subur karena dorongan fisik, seksual, dan erotisme yang menggelora tanpa bisa dikendalikan oleh si penderitanya&#8221;</p>
<p>Dibalut dengan kisah-kisah nyata yang emosional, sentimental dan menghanyutkan perasaan, serta diperkuat dengan dalil-dalil valid yang bersumber dari Alquran, As-Sunnah maupun sirrah shahabah, Anda akan dibuat terhenyak, tersentak, merenung, merinding, menangis,dan mungkin marah ketika mengetahui virus merah jambu di sekitar kita. Dan setelah itu, Anda akan diajak dengan bijak bagaimana mengelolanya sesuai Al-Quran dan As-Sunnah agar virus cinta itu bisa menjadi energi positif yang bermakna dan barokah tentunya</p>
<p>sumber: REPUBLIKA</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/naer24.wordpress.com/101/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/naer24.wordpress.com/101/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naer24.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naer24.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naer24.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naer24.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naer24.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naer24.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naer24.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naer24.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naer24.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naer24.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=101&subd=naer24&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naer24.wordpress.com/2008/07/03/terapi-virus-merah-jambu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4bd335ac26a6d5ad05b1b57ea84fb7a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">naer24</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/terapi-merah-jambu.jpg?w=63" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Berani Hidup Berani Sukses</title>
		<link>http://naer24.wordpress.com/2008/07/03/berani-hidup-berani-sukses/</link>
		<comments>http://naer24.wordpress.com/2008/07/03/berani-hidup-berani-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 23:33:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>naer24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naer24.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[
Berani Hidup Berani Sukses
Penulis : Muhammad Syafi&#8217;ie El-Bantanie
Tebal  : xi+205 hal
Ukuran : 20.5 x 13.5 cm
Harga  : Rp. 42.000,00
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita jumpai orang-orang yang tidak memiliki &#8220;kebranian&#8221; untuk hidup, apalagi berani sukses. Banyak orang yang lebih suka berkeluh kesah atas kesulitan yag dialaminya daripada berjuang mengerahkan segenap potensi untuk mengatasi kesulitan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=97&subd=naer24&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/beranisukses_2.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-98" src="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/beranisukses_2.jpg?w=63&#038;h=96" alt="" width="63" height="96" /></a></p>
<p><strong>Berani Hidup Berani Sukses</strong><br />
Penulis : Muhammad Syafi&#8217;ie El-Bantanie<br />
Tebal  : xi+205 hal<br />
Ukuran : 20.5 x 13.5 cm<br />
Harga  : Rp. 42.000,00</p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita jumpai orang-orang yang tidak memiliki &#8220;kebranian&#8221; untuk hidup, apalagi berani sukses. Banyak orang yang lebih suka berkeluh kesah atas kesulitan yag dialaminya daripada berjuang mengerahkan segenap potensi untuk mengatasi kesulitan tersebut. Mereka lebih memilih menyalahkan keadaan, bahkan akhirnya sampai menggugat Tuhan.</p>
<p>Padahal, cukup dengan modal hidup saja, masalah kemiskinan dan kegagalan bisa dicari jalan keluarnya. Hidup adalah anugerah luar biasa yang dikaruniakan Allah SWT kepada kita.</p>
<p>Isi buku ini terbagi menjadi 3 bagian, yaitu : Motivasi Hidup dengan memetik pelajaran dari Siti Hajar, Imam Malik,Bilal,hujan,ciciak,ulat,kelapa dan lain-lain), yang kedua adalah Motivasi sukses dengan belajar dari benalu, laba-laba,berang-berang,matahari dan lain-lain, sedangkan bagian yang terakhir berisi Inspirasi Sukses dari beberapa orang yang cuma lulusan SMP yang sukses menjadi penguasaha properti, Si Buta Huruf yang sukses menjadi pengusaha besi, mantan sales yang sukses menjadi pengusaha donat dan lain-lain.<br />
&#8220;Tears will not erase your sorrow hope does not make you successfulcourage will get you there&#8221;<br />
Air mata tidak akan menghapus dukamu, berharap tidak akan membuatmu sukseshanya keberanian yang bisa membawamu kesana</p>
<p>sumber:REPUBLIKA</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/naer24.wordpress.com/97/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/naer24.wordpress.com/97/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naer24.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naer24.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naer24.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naer24.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naer24.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naer24.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naer24.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naer24.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naer24.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naer24.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naer24.wordpress.com&blog=3925620&post=97&subd=naer24&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naer24.wordpress.com/2008/07/03/berani-hidup-berani-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4bd335ac26a6d5ad05b1b57ea84fb7a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">naer24</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naer24.files.wordpress.com/2008/07/beranisukses_2.jpg?w=63" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>